nyambung cerita yang kemaen nih gan mantap kelanjutan nya
Aku melihat memek tembem itu merah merekah, itha masih duduk mengangkang
sambil kepalanya kesana kemari mencari tisu.
“Iya pak, itha akan selalu menunggu kehadiran Bapak...”
“Uh.. basah banget memek itha pak. Gak ada tisu lagi...”
itha menatapku sambil tersenyum manis sekali. “Kamu cantik sekali itha...” jujur aku jadi nafsu lagi melihat itha dengan memeknya yang masih terkangkang lalu aku dekati dia sambil ku selipkan lagi palkon ku dan ku tekan sedalam-dalamnya membuat itha terkejut dan menjerit karena gak siap dan gak menyangka aku memasukkan lagi palkonku dengan tiba-tiba.
“Adduuuuhhh.. Pak riaaaannnn.... naakkkaaaalllll..... ohhh sshhh ouwhhh.....”
Ku kocok 5 x terus aku cabut lagi dan “ploopphh”
Kemudian itha bangun dan merapikan kembali pakaiannya dan jilbabnya, tapi CD nya tidak dipakai lagi...
Lalu ku cubit memeknya yang montok dan menggembung habis kukentot.
“Makasih ya Pak... “ ucap itha sambil monyongin mulut mungilnya dan mengedipkan matanya.
Aku melihat jalannya itha labil tidak sepeti biasanya.
“Jalannya biasa aja donk itha...” ledek ku.
“Gak bisa pak, rasanya masih mengganjal... Bapak sih kegedean...”
Setelah celingak celinguk gak ada orang, itha buru-buru keluar dari ruang rapat...
Aku membersihkan kontolku dengan sapu tangan terus ke kamar mandi.
Setelah urusan ku selesai, aku langsung keparkiran dan sebelum keluar aku masih sempat melihat itha yang sedang melayani nasabah, sambil tersenyum nakal kepadaku.
Sesampainya di parkiran, aku melihat senny sudah didalam mobil sambil mendengarkan music.
“Sorry ya sen, agak telat... gak marah kan?” sambil menstarter mobilku.
“gak pa pa pak, senny nyantai aja kok. Oh ya tuh penggaris untuk apaan?” tanya senny.
“Loh, katanya kita taruhan mau ukur saya punya?”
“Hah?!?! Bapak serius ya? OK deh, siapa takut?” jawab senny
“Taruhannya masih berlaku kan sen?”
“Iya, tapi janji ya, Cuma digesek aja. senny jangan di ewe ya pak...”
“Tapi kalau di selipin dan gak pecahin perawan senny kan gak pa pa? Boleh kan?”
“Ya udah, tapi bener ya..” sambil senny mencubit pinggangku.
Aku dan senny meluncur ke hotel tempat Ines menginap, setelah makan siang kami pun masuk ke kamar. Kelihatan senny agak grogi, dan aku pun megunci pintu.
Kemudian aku membuka kemeja dan celana kerja ku, hanya menyisakan CD.
Aku langsung menyambar handuk dan melilitkan di pinggang.
Kelihatan dari wajah senny kekaguman memandang otot-otot ku yang sudah terbentuk karena fitnes.
“seny, gugup pak”
“gak pa pa, kan Cuma kita berdua... kita mulai aja sekarang ya, biar ga kelamaan ninggalin kantor. Tuh penggaris nya sen” sambil aku menunjuk penggaris yang sudah disiapkan dari kantor.
senny mengambil penggaris, sambil malu-malu duduk disampingku diranjang yang bakal aku gunakan untuk menikmati tubuhnya.
Aku merebahkan diri di tempat tidur, “buka sendiri ya sen!!”
senny dengan ragu membuka handuk ku dan sekaligus menurunkan CD ku, begitu CD diturunkan Kontol ku dengan gagahnya berdiri tegak mengacung keatas.
senny pun kaget dan melotot seakan gak percaya dann secara tak sengaja terucap “hah?? Gede banget pak? Takut senny pak. Ya ampun panjang lagi.”
“Ya udah senny, kita sedang taruhan kan? Sekarang ukur berapa panjangnya dan berapa diameternya?” aku mempertegas dan mengingatkan senny.
“aahh.... Panjangnya 23 cm Pak, diameternya 5 cm...” dengan muka merah senny pun mengakui kekalahannya.
“Keras banget pak... Pasti pacar bapak puas kalau dimasukin ini...”
“Kan bentar lagi senny jadi pacar saya, berarti senny akan puas ngerasain ini...” goda ku.
“Ah bapak, gak muat nih pak ke memek senny. Janji ya Cuma digesek...”
Aku melihat nafas senny mulai gak beraturan dan memburu, berarti senny sudah mulai terbawa nafsu.
Hmmm ahh...
“Iya pak, itha akan selalu menunggu kehadiran Bapak...”
“Uh.. basah banget memek itha pak. Gak ada tisu lagi...”
itha menatapku sambil tersenyum manis sekali. “Kamu cantik sekali itha...” jujur aku jadi nafsu lagi melihat itha dengan memeknya yang masih terkangkang lalu aku dekati dia sambil ku selipkan lagi palkon ku dan ku tekan sedalam-dalamnya membuat itha terkejut dan menjerit karena gak siap dan gak menyangka aku memasukkan lagi palkonku dengan tiba-tiba.
“Adduuuuhhh.. Pak riaaaannnn.... naakkkaaaalllll..... ohhh sshhh ouwhhh.....”
Ku kocok 5 x terus aku cabut lagi dan “ploopphh”
Kemudian itha bangun dan merapikan kembali pakaiannya dan jilbabnya, tapi CD nya tidak dipakai lagi...
Lalu ku cubit memeknya yang montok dan menggembung habis kukentot.
“Makasih ya Pak... “ ucap itha sambil monyongin mulut mungilnya dan mengedipkan matanya.
Aku melihat jalannya itha labil tidak sepeti biasanya.
“Jalannya biasa aja donk itha...” ledek ku.
“Gak bisa pak, rasanya masih mengganjal... Bapak sih kegedean...”
Setelah celingak celinguk gak ada orang, itha buru-buru keluar dari ruang rapat...
Aku membersihkan kontolku dengan sapu tangan terus ke kamar mandi.
Setelah urusan ku selesai, aku langsung keparkiran dan sebelum keluar aku masih sempat melihat itha yang sedang melayani nasabah, sambil tersenyum nakal kepadaku.
Sesampainya di parkiran, aku melihat senny sudah didalam mobil sambil mendengarkan music.
“Sorry ya sen, agak telat... gak marah kan?” sambil menstarter mobilku.
“gak pa pa pak, senny nyantai aja kok. Oh ya tuh penggaris untuk apaan?” tanya senny.
“Loh, katanya kita taruhan mau ukur saya punya?”
“Hah?!?! Bapak serius ya? OK deh, siapa takut?” jawab senny
“Taruhannya masih berlaku kan sen?”
“Iya, tapi janji ya, Cuma digesek aja. senny jangan di ewe ya pak...”
“Tapi kalau di selipin dan gak pecahin perawan senny kan gak pa pa? Boleh kan?”
“Ya udah, tapi bener ya..” sambil senny mencubit pinggangku.
Aku dan senny meluncur ke hotel tempat Ines menginap, setelah makan siang kami pun masuk ke kamar. Kelihatan senny agak grogi, dan aku pun megunci pintu.
Kemudian aku membuka kemeja dan celana kerja ku, hanya menyisakan CD.
Aku langsung menyambar handuk dan melilitkan di pinggang.
Kelihatan dari wajah senny kekaguman memandang otot-otot ku yang sudah terbentuk karena fitnes.
“seny, gugup pak”
“gak pa pa, kan Cuma kita berdua... kita mulai aja sekarang ya, biar ga kelamaan ninggalin kantor. Tuh penggaris nya sen” sambil aku menunjuk penggaris yang sudah disiapkan dari kantor.
senny mengambil penggaris, sambil malu-malu duduk disampingku diranjang yang bakal aku gunakan untuk menikmati tubuhnya.
Aku merebahkan diri di tempat tidur, “buka sendiri ya sen!!”
senny dengan ragu membuka handuk ku dan sekaligus menurunkan CD ku, begitu CD diturunkan Kontol ku dengan gagahnya berdiri tegak mengacung keatas.
senny pun kaget dan melotot seakan gak percaya dann secara tak sengaja terucap “hah?? Gede banget pak? Takut senny pak. Ya ampun panjang lagi.”
“Ya udah senny, kita sedang taruhan kan? Sekarang ukur berapa panjangnya dan berapa diameternya?” aku mempertegas dan mengingatkan senny.
“aahh.... Panjangnya 23 cm Pak, diameternya 5 cm...” dengan muka merah senny pun mengakui kekalahannya.
“Keras banget pak... Pasti pacar bapak puas kalau dimasukin ini...”
“Kan bentar lagi senny jadi pacar saya, berarti senny akan puas ngerasain ini...” goda ku.
“Ah bapak, gak muat nih pak ke memek senny. Janji ya Cuma digesek...”
Aku melihat nafas senny mulai gak beraturan dan memburu, berarti senny sudah mulai terbawa nafsu.
Hmmm ahh...
cerita sex dengan teman baru di kantorku yang cantik / ngewe perawan / memek perawan part 2
“Sekarang kamu kalah kan? Buka donk baju dan semuanya, bugil ya...”
senny dengan malu-malu mulai membuka satu persatu baju kantornya termasuk CD dan BH nya.
Aku membelalakan mata, melihat senny yang polos. Putih mulus dan memek yang montok banget bahkan seperti tumpukan daging yang sangat menonjol begitu rapet belahan vagina yang dihiasi bulu2 halus terawatt .
Aku langsung memeluk senny dari belakang dan mengecup lehernya, senny kegelian dan mendesah... ”hmmm ahh..ooouugghhh... geli pak, shhhh ooh uhhh”
Tangan kananku memainkan putingnya sementara tangan kiriku mengelus elus memek montok senny dan lama kelamaan terasa mulai basah. Kuselipkan jari tengah ku ke liang sempit dan mengkilik isi vagina senny . “Ouugghh.. ahhh shh.. oohhh... “ senny semakin merenggangkan kakinya agar aku lebih mudah mengeksplorasi isi vaginanya. Dalam posisi berdiri senny semakin kegelian dan terlihat pantatnya mulai menjengking sehingga posisi kontolku semakin nempel di pantat senny. Cairan lembut senny semakin banyak membasahi tangan kiriku, sementara tangan kananku terus memainkan kedua puting susu senny. Karena desakan pantat senny ke arah kontol jumboku yang panjang dan besar, kuselipkan diantara bongkahan pantat senny yang montok dan menggesek alur memeknya. Kugesek-gesakan kontolku disana dan semakin mengenai itilnya. “Ohhhhh sshhhh pak doni ahh.... enak banget... Kontol bapak panjang banget... aduuuhhhh sshhhh... Pakkk ppaaakkk.... aduuhhhh ahh shitt bapaaakkk... aahhhhh senny mau keluar pak, senny gak tahan lagi... uhh ahhhh ooouuuuugghhh ahh shhhh enaakkkk.....” crooott... crooot... crooooot... crott… kepala kontolku tersiram cairan orgasme senny, Permainan ini kulakukan sampai 5 menit, lalu ku gendong dan kubaringkan di tempat tidur. Perlahan aku membuka kedua pahanya, meskipun pahanya terbuka lebar tapi memek tembem mulus senny tetap tertutup rapat dan aku naik diantara kedua paha yang mengangkang. Aku pas kan palkon ku di alur memek senny dan kugesek-gesakin. Lubang mungil itu terlalu mungil untuk batang ku. “ohh...paaakkhh... geli banget ihh uhh ahh ..... terussshh...” Aku melihat senny sudah mulai tidak terkontrol. senny sedikit menegakan punggungnya untuk melihat kontolku dan dia sedikit takjub. “Pak... Panjang banget sampe ke perut senny. Pasti mentok nih kalau sampe masuk... ihh sshh... gimana rasanya ya pak kalau masuk semua ke memek?”
“senny...”
“Ya, Pak...”
“Saya masukin ya...” aku minta persetujuan senny.
“Tapi gak pecahin perawan senny kan Pak?”
“Kalau senny ga izinin, ya saya juga gak akan pecahin dan pelan-pelan. Memek senny montok banget. Pasti enak banget tuh kalau terjepit disitu....” aku menggoda senny.
Sambil ternyum manis “untuk suami senny pak... Cuma dia yang boleh masuk semuanya dan merasakan jepitan senny.”
“saya masuk ya sayang...” aku menekan kontolku... namun tetap meleset berkali-kali.
“Kegedean pak... padahal senny sudah ngangkangin...”
“Tuh liat memekmu, rapet banget say... sedikit pun gak terbuka tuh simontok.”
“Ya udah senny bantuin bukain memek senny pake jari....” sambil senny membuka memeknya dengan tangan kiri kanannya sehingga terlihat merah basah, menarik kiri kanan labianya yang tebal.
“Silakan masuk bapakku yang ganteng, selamat nikmatin memek senny, tapi inget ya ga sampe pecah perawan senny....”
Aku memegang batangku dan meletakan posisi pas didepan lubang memeknya senny... memang gak sebanding lubang itu harus menerima kontolku. Aku lansung mendorong dan terlihat memek senny langsung dipaksa merekah aku menatap wajah senny yang cantik sambil meringis dan menggigit bibirnya yang merah. "Adduuuuhhh... sakit pak...". padahal baru palkon ku saja yang masuk. aku berhenti sejenak memberikan kesempatan kepada senny untuk beradaptasi dengan kontolku. kemudian senny mulai membuka matanya, sambil tersenyum...
"enak sen?"
"enak banget pak... padahal baru kepalanya..."
saya mulai mengeluar-masukan palkon ku dan kemaluan ines yang montok itu mulai merespon dengan keluarnya cairan pelicin, 5 menit aku mengocok memeknya senny mulai keliatan tidak terkontrol dan terus mendesah... aku mulai berani menekan lebih dalam sampai terasa menyentuh dinding perawannya sehingga aku bisa masuk 2 cm lagi, dan aku juga merasa nikmat banget terjepit memek perawan ini....
"oohhh... bapak, enak banget... terus kocok pak... ahh shittt auuwhhsshhh... "
"sen..."
"iya Pak"
"bagaimana rasanya?"
"Baru masuk sedikit saja sudah enak begini pak, apalagi kalau masuk semua..."
"Saya masukin semua y?" aku minta persetujuan senny...
"Jangan pak, bapak sudah janji kan? Hanya suami senny yang boleh pecahin perawan senny pak..."
"Saya mau kok jadi suami senny..." tanpa terasa terucap kalimat itu. mungkin aku merasa enak banget sehingga aku lupa tapi aku gak akan menyesal punya istri cantik seperti senny, aku siap kok nikahin dia. senny seperti tidak percaya dengar ucapanku... sambil menatapku yang sedang mengocoknya...
"Bapak serius?... auuhhh"
"Iyah sen.."
"Apa buktinya?" senny seperti tidak percaya...
"Ini buktinya...." aku langsung melesakan lebih dalam kontolku sehingga seluruh kontol ku masuk dan mentok di pangkal rahimnya.. sekaligus memecahkan perawannya.
senny yang gak siap menerima serangan mendadak terkejut sambil membelalakan mata dan mengigit bibirnya, “Akkhhhhh... sakkiiiitttt.... nikmattttttt……”
“Sekarang kamu kalah kan? Buka donk baju dan semuanya, bugil ya...”
senny dengan malu-malu mulai membuka satu persatu baju kantornya termasuk CD dan BH nya.
Aku membelalakan mata, melihat senny yang polos. Putih mulus dan memek yang montok banget bahkan seperti tumpukan daging yang sangat menonjol begitu rapet belahan vagina yang dihiasi bulu2 halus terawatt .
Aku langsung memeluk senny dari belakang dan mengecup lehernya, senny kegelian dan mendesah... ”hmmm ahh..ooouugghhh... geli pak, shhhh ooh uhhh”
Tangan kananku memainkan putingnya sementara tangan kiriku mengelus elus memek montok senny dan lama kelamaan terasa mulai basah. Kuselipkan jari tengah ku ke liang sempit dan mengkilik isi vagina senny . “Ouugghh.. ahhh shh.. oohhh... “ senny semakin merenggangkan kakinya agar aku lebih mudah mengeksplorasi isi vaginanya. Dalam posisi berdiri senny semakin kegelian dan terlihat pantatnya mulai menjengking sehingga posisi kontolku semakin nempel di pantat senny. Cairan lembut senny semakin banyak membasahi tangan kiriku, sementara tangan kananku terus memainkan kedua puting susu senny. Karena desakan pantat senny ke arah kontol jumboku yang panjang dan besar, kuselipkan diantara bongkahan pantat senny yang montok dan menggesek alur memeknya. Kugesek-gesakan kontolku disana dan semakin mengenai itilnya. “Ohhhhh sshhhh pak doni ahh.... enak banget... Kontol bapak panjang banget... aduuuhhhh sshhhh... Pakkk ppaaakkk.... aduuhhhh ahh shitt bapaaakkk... aahhhhh senny mau keluar pak, senny gak tahan lagi... uhh ahhhh ooouuuuugghhh ahh shhhh enaakkkk.....” crooott... crooot... crooooot... crott… kepala kontolku tersiram cairan orgasme senny, Permainan ini kulakukan sampai 5 menit, lalu ku gendong dan kubaringkan di tempat tidur. Perlahan aku membuka kedua pahanya, meskipun pahanya terbuka lebar tapi memek tembem mulus senny tetap tertutup rapat dan aku naik diantara kedua paha yang mengangkang. Aku pas kan palkon ku di alur memek senny dan kugesek-gesakin. Lubang mungil itu terlalu mungil untuk batang ku. “ohh...paaakkhh... geli banget ihh uhh ahh ..... terussshh...” Aku melihat senny sudah mulai tidak terkontrol. senny sedikit menegakan punggungnya untuk melihat kontolku dan dia sedikit takjub. “Pak... Panjang banget sampe ke perut senny. Pasti mentok nih kalau sampe masuk... ihh sshh... gimana rasanya ya pak kalau masuk semua ke memek?”
“senny...”
“Ya, Pak...”
“Saya masukin ya...” aku minta persetujuan senny.
“Tapi gak pecahin perawan senny kan Pak?”
“Kalau senny ga izinin, ya saya juga gak akan pecahin dan pelan-pelan. Memek senny montok banget. Pasti enak banget tuh kalau terjepit disitu....” aku menggoda senny.
Sambil ternyum manis “untuk suami senny pak... Cuma dia yang boleh masuk semuanya dan merasakan jepitan senny.”
“saya masuk ya sayang...” aku menekan kontolku... namun tetap meleset berkali-kali.
“Kegedean pak... padahal senny sudah ngangkangin...”
“Tuh liat memekmu, rapet banget say... sedikit pun gak terbuka tuh simontok.”
“Ya udah senny bantuin bukain memek senny pake jari....” sambil senny membuka memeknya dengan tangan kiri kanannya sehingga terlihat merah basah, menarik kiri kanan labianya yang tebal.
“Silakan masuk bapakku yang ganteng, selamat nikmatin memek senny, tapi inget ya ga sampe pecah perawan senny....”
Aku memegang batangku dan meletakan posisi pas didepan lubang memeknya senny... memang gak sebanding lubang itu harus menerima kontolku. Aku lansung mendorong dan terlihat memek senny langsung dipaksa merekah aku menatap wajah senny yang cantik sambil meringis dan menggigit bibirnya yang merah. "Adduuuuhhh... sakit pak...". padahal baru palkon ku saja yang masuk. aku berhenti sejenak memberikan kesempatan kepada senny untuk beradaptasi dengan kontolku. kemudian senny mulai membuka matanya, sambil tersenyum...
"enak sen?"
"enak banget pak... padahal baru kepalanya..."
saya mulai mengeluar-masukan palkon ku dan kemaluan ines yang montok itu mulai merespon dengan keluarnya cairan pelicin, 5 menit aku mengocok memeknya senny mulai keliatan tidak terkontrol dan terus mendesah... aku mulai berani menekan lebih dalam sampai terasa menyentuh dinding perawannya sehingga aku bisa masuk 2 cm lagi, dan aku juga merasa nikmat banget terjepit memek perawan ini....
"oohhh... bapak, enak banget... terus kocok pak... ahh shittt auuwhhsshhh... "
"sen..."
"iya Pak"
"bagaimana rasanya?"
"Baru masuk sedikit saja sudah enak begini pak, apalagi kalau masuk semua..."
"Saya masukin semua y?" aku minta persetujuan senny...
"Jangan pak, bapak sudah janji kan? Hanya suami senny yang boleh pecahin perawan senny pak..."
"Saya mau kok jadi suami senny..." tanpa terasa terucap kalimat itu. mungkin aku merasa enak banget sehingga aku lupa tapi aku gak akan menyesal punya istri cantik seperti senny, aku siap kok nikahin dia. senny seperti tidak percaya dengar ucapanku... sambil menatapku yang sedang mengocoknya...
"Bapak serius?... auuhhh"
"Iyah sen.."
"Apa buktinya?" senny seperti tidak percaya...
"Ini buktinya...." aku langsung melesakan lebih dalam kontolku sehingga seluruh kontol ku masuk dan mentok di pangkal rahimnya.. sekaligus memecahkan perawannya.
senny yang gak siap menerima serangan mendadak terkejut sambil membelalakan mata dan mengigit bibirnya, “Akkhhhhh... sakkiiiitttt.... nikmattttttt……”
Dan akhirnya kontolku pun masuk semua ke dalam lubang memek senny yang
masih sangat sempit tu aku pun terus mengucok secara perlahan ngingga senni
kenikmatan ahhh…. Uhh.. ahhhh…. Mantap
Hingga akhirnyaa senny pun klimax dan membasahi batang kontolku dan aku
pun merasa mau keluar Karena jepitan memek seni yang padet